Kita tidak memulai dari definisi. Kita mulai dari masalah nyata, mencoba berbagai keputusan, menemukan pola, merefleksi, lalu membangun konsep SPtLDV.
Batasan menentukan pilihan.
Klik Lanjut → untuk memulai.
Pilih satu tempat. Cari dua hal yang bisa berubah dan minimal dua keterbatasan.
A = roti bakar • B = es kopi
Untuk sementara, siswa hanya mengetahui dua batasan:
① jumlah produk maksimal 50
② waktu maksimal 80 menit
“Pilihan yang boleh membentuk sebuah wilayah.”
Jumlah produk maksimal 50
Waktu: roti 2 menit, kopi 1 menit, maksimal 80 menit
ditambah x ≥ 0 dan y ≥ 0 karena jumlah produk tidak negatif.
“Dua variabel” berarti x dan y.
Jumlah pertidaksamaannya boleh lebih dari dua.
Daerah arsiran menunjukkan semua pasangan yang memenuhi kedua batasan.
Modal bazar ternyata hanya Rp400.000.
Roti membutuhkan Rp5.000 dan kopi Rp10.000.
disederhanakan menjadi
Apakah semua pilihan yang tadinya boleh masih bisa digunakan?
Prediksi dulu sebelum melihat grafik baru.
Awal:
x+y≤50
2x+y≤80
Baru:
x+2y≤80
Jumlah = 50 ✓
Waktu = 75 menit ✓
Modal = Rp375.000 ✓
Keputusan ini masih layak, tetapi sekarang kita punya dasar tambahan untuk menilai keputusan.
Engineering bukan mencari angka terbesar, tetapi keputusan yang layak, efisien, dan realistis.
• dua hal yang dapat berubah
• beberapa keterbatasan
• semua batasan harus dipenuhi bersama
• banyak pasangan bisa menjadi solusi
• jika muncul batasan baru, daerah solusi dapat berubah